Saturday, 4 July 2015

perbandingan paradigma sosial

perbandingan paradigma: fakta sosial, definisi sosial dan perilaku sosial (eksemplar, tokoh dan metode)
NO
NAMA PARADIGMA
EKSEMPLAR
TOKOH
METODE
1
PARADIGMA FAKTA SOSIAL
Durkheim meletakkkan landasan paradigma fakta sosial, karyanya dari durkhrim adalah The Rules Of Sociological Metode
Durkheim, Carles K. Warriner
Paragidma Fakta Soial cenderung menggunakan Metode Kuesioner dan Interview dalam metode empiris mereka. Emakaian metode kuesioner dan interview oleh para penganut paradigma fakta sosial ini sebenarnya mengandung suatu ironi. Ironinya karena kedua metode tersebut karena kedua metode tersebut tidak mampu menyajikan informasi yang sungguh-sungguh bersufat fakta sosial. Yang mampu disajikan adalah informasi yang dikumpulkan oleh individujawaban dari para individu ini memang dapat disimpulakan, tetapi bagia ini baru merupakan kesimpulan dari bagian-bagian parisalyang sebenarnya bukan suatu hasil dalam bentu fakta sosial . jadi ironisnya terletak apada kemungkinan dari fakta sisial yang diinginkan individu akan tercamur dengan fakta individu.
2
PARADIGMA DEFINISI SOSIAL
Suatu aspek yang sangat khusus dari karya Weber, yakni dalam analisisnya tentang tindakan sosial (social action). Konsep weber dengan durkheim sangat berbeda sekali mengenai tindakan sosial. Weber tidak memisahkan secara tegas antara struktur sosial dengan pranata sosial.streuktur sosial dan pranata sosial membantu untuk membentuk tindakan manusia yang penuh arti.
Max Weber
Paradigma definisi sosial ini cenderung menggunakan metode observasi dalam penelitian mereka. Alasanya adalah untuk memahami realitas intrasubjective dan intersubjective dari tindakan sosial dan interaksi sosial.penganut paradigma ini sangat tertarik pada tindakan manusia yang sepontan dan sikap yang wajar. Maka dari itu metode kuesioner dan interview dinilai kuran relevan begitu pula dengan metode eksperimen, alasanya yaitu metode ini dapat menggangguspontanitas tindakan dan kewajaran dari sikap si aktor yang ingin diselidiki. Melalui penggunaan metode observasi dapat disimpulakn hal yang besifat intrasubjective dan intersubjectiveyang timbul dari tindakan aktor yang diamati.
3
PARADIGMA PERILAKU SOSIAL
Skinner melihat kedua paradigma fakta sosial dan definisi sosial sebagai paradigma yang bersifat mistik dalam arti mengandung suatu persoalan ynag bersifat teka-teki, tidak dapat diterangkkan secara rasional.
B.F Skinner
Paradigma perilaku sosial dapat menggunakan metode yang dipergunakan oleh paradigma yang lain seperti kuesioner, interview dan observasi. Namundemikian paradigma ini lebih banyak menggunakan metode eksperimen dala penelitianya. Keutamaan metode eksperimen adalah memebrikan kemungkinan terdapat peneliti untuk mengontrol dendan ketat objek dan kondisi disekitarnya.Metode ini jg menginginkan membuat penilaian atau pengukuran dengan tingkat ketepatan yang tinggi terhadap efek dari perubahan tingkah laku aktor yang ditimbulkan dengan sengaja di dalam eksperimen itu.


No comments:

Post a Comment